1.
Apakah sesama hewan menggunakan bahasa ?
Sesama hewan pasti memiliki bahasa
yang mereka gunakan hanya sesame hewan saja yang
mengerti apa maksud hewan itu tersebut.
Komunikasi hewan adalah perpindahan informasi pada bagian dari salah satu hewan yang
memiliki efek pada perilaku sekarang atau kajian mengenai komunikasi hewan terkadang disebut Zoosemiotik (
didefinisi kan sebagai ilmu komunikasi sinyal atau semiosis pada hewan .
Komunikasi hewan adalah wilayah ilmu
yang
tumbuh cepat.Hewan juga biasanya berkomunikasi dengan gaya gerak isyarat dalam bentuk komunikasi terbaik
yang diketahui mengikuti menampilkan bagian tubuh khusus,
atau pergerakan tubuh tertentu. Terkadang hal ini terjadi dengan kombinasi,
sehingga sebuah aksi pergerakan tertentu untuk memperlihatkan atau menekankan suatu bagian tubuh tertentu. Contohnya
:camar hering memberikan makanan kepada anak-anaknya.
Seperti kebanyakan burung camar,burung camar herring
memiliki sebuah paruh berwarna cerah,
kuning dengan tanda merah pada bagian rahang bawah dekat ujung paruh saat mereka kembali kesarang dengan makanan,
siinduk berdiri dekat anak mereka dan membuka paruh kebawah di hadapan sianak.
Menurut Tim Lameira menemukan bahwa bunyinya si
orang utan yang sangat mirip dengan bicaranya manusia orang
utan tersebut diberi namaTilda hasil penangkapan dari pulau Kalimantan dan dibesarkan
di dalam kandang. Ritme yang cepat sangat mirip dengan cara bicara manusia dan tampak menggabungkan
vocal dan konsonan seperti suara. Hal ini merupakan dasar bagaimana kita membentuk suku
kata, kata dan kalimat, kata Lameira tersebut.
Pada tahun 2014,
Jarvis dan rekan-rekannya meneliti tentang bagaimana gen muncul atau tidak dalam otak hewan yang bereda.Dalam penelitian tersebut ditemukan
50 gen yang menunjukkan pola aktivitas yang sama dipusat control
bicara daripara pembelajaran vocal. Termasuk manusia, burung beo,
burungberkicaudanburungkolibri.Artinyamanusiamenggunakan gen yang
sama untuk berbicara dan burung dalam bernyanyi. Jarvis
mengatakan bahwa hewan yang
tidak dapat mempelajari suara baru seperti ayam dan monyet ekor pendek, tidak memiliki gen
yang aktif yang bekerja dengan cara yang sama.
Selama ini para peneliti yakin
organ vocal mereka merupakan isi utama.Saluran vocal mereka sama dengan manusia,tetapi penelitian pada abad
20 menunjukkan bahwa kotak vocal
mereka bukan didapat secara turun temurun seperti milik kita. Tetapi menurut Jarvis, teori tersebut tidak benar, pada tahun 2003,
para peneliti menemukan bahwa kotak suara bayi simpanse diturunkan sejak lahir,
seperti manusia. Secara teoritis kotak suara mereka dapat memproduksi banyak suara yang
berbeda, seperti yang kita lakukan, “
kera tidak memiliki saluran otak depan untuk mempelajari vocal
atau saluran itu tidak berfungsi karena sejumlah alasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar