Sabtu, 25 Februari 2017

Apakah Sesama Hewan Menggunakan Bahasa

1.       Apakah sesama hewan menggunakan bahasa ?
Sesama hewan pasti memiliki bahasa yang mereka gunakan hanya sesame hewan saja yang mengerti apa maksud hewan itu tersebut. Komunikasi hewan adalah perpindahan informasi pada bagian dari salah satu hewan yang memiliki efek pada perilaku sekarang atau kajian mengenai komunikasi hewan terkadang disebut Zoosemiotik ( didefinisi kan sebagai ilmu komunikasi sinyal atau semiosis pada hewan .
Komunikasi hewan adalah wilayah ilmu yang tumbuh cepat.Hewan juga biasanya berkomunikasi dengan gaya gerak isyarat dalam bentuk komunikasi terbaik yang diketahui mengikuti menampilkan bagian tubuh khusus, atau pergerakan tubuh tertentu. Terkadang hal ini terjadi dengan kombinasi, sehingga sebuah aksi pergerakan tertentu untuk memperlihatkan atau menekankan suatu bagian tubuh tertentu. Contohnya :camar hering memberikan makanan kepada anak-anaknya. Seperti kebanyakan burung camar,burung camar herring memiliki sebuah paruh berwarna cerah, kuning dengan tanda merah pada bagian rahang bawah dekat ujung paruh saat mereka kembali kesarang dengan makanan, siinduk berdiri dekat anak mereka dan membuka paruh kebawah di hadapan sianak.
Menurut Tim Lameira menemukan bahwa bunyinya si orang utan yang sangat mirip dengan bicaranya manusia orang utan tersebut diberi namaTilda hasil penangkapan dari pulau Kalimantan dan dibesarkan di dalam kandang. Ritme yang cepat sangat mirip dengan cara bicara manusia dan tampak menggabungkan vocal dan konsonan seperti suara. Hal ini merupakan dasar bagaimana kita membentuk suku kata, kata dan kalimat, kata Lameira tersebut.
Pada tahun 2014, Jarvis dan rekan-rekannya meneliti tentang  bagaimana gen muncul atau tidak dalam otak hewan yang bereda.Dalam penelitian tersebut ditemukan 50 gen yang menunjukkan pola aktivitas yang sama dipusat control bicara daripara pembelajaran vocal. Termasuk manusia, burung beo, burungberkicaudanburungkolibri.Artinyamanusiamenggunakan gen yang sama untuk berbicara dan burung dalam bernyanyi. Jarvis mengatakan bahwa hewan yang tidak dapat mempelajari suara baru seperti ayam dan monyet ekor pendek, tidak memiliki gen yang aktif yang bekerja dengan cara yang sama.

Selama ini para peneliti yakin organ vocal mereka merupakan isi utama.Saluran vocal mereka sama dengan manusia,tetapi penelitian pada abad 20 menunjukkan bahwa kotak vocal mereka bukan didapat secara turun temurun seperti milik kita. Tetapi menurut Jarvis, teori tersebut tidak benar, pada tahun 2003, para peneliti menemukan bahwa kotak suara bayi simpanse diturunkan sejak lahir, seperti manusia. Secara teoritis kotak suara mereka dapat memproduksi banyak suara yang berbeda, seperti yang kita lakukan, “ kera tidak memiliki saluran otak depan untuk mempelajari vocal atau saluran itu tidak berfungsi karena sejumlah alasan.

Tidak ada komentar: