Selasa, 21 Februari 2017

hakekat bahasa

MAKALAH
“HAKEKAT BAHASA”

Dosen pengampuh:
Ady Saputra, M.Pd









Desi octafiani 1640605004
LOKAL A





PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
TAHUN 2016/2017

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya dan ridho-Nya, penyusun dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan rencana.Tujuan makalah ini pada dasarnya agar kita para mahasiswa dapat terampil dalam berkomunikasi dengan baik dan benar. Berkomunikasi yang dimaksudkan adalah berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Oleh karena itu, agar keterampilan tersebut dapat memiliki setiap para mahasiswa, kita mampu menguasai dan memiliki kosa kata yang cukup dan memadai, mengetahui ucapan, dan ejaan yang baku, mengetahui kalimat yang baku dan tepat. Hal ini semua hanya dapat diperoleh melalui kegiatan pembelajaran yang modern yaitu kegiatan pembelajaran yang berpusat pada keaktifan mahasiswa, baik melalui kegiatan diskusi maupun kegiatan bermain dan lain-lainnya.
Kami berterima kasih atas teman-teman yang telah bekerja sama dalam membuat makalah ini dengan tepat waktu yang telah ditentukan oleh dosen pengampuh, serta para pembaca pada umumnya yang dipelajari dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam berbahasa Indonesia. Kami telah berusaha untuk melakukan perbaikan terhadap kesalahan yang ada dalam makalah ini. Akan tetapi,  pengetahuan dan keterampilan penyusun sangat terbatas.
Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi para pembaca dalam mendalami dan mengembangkan bahasa indonesia.



                                                                                       Tarakan, 08 Februari 2017

                                                                                      
                                                                               Penyusun







DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................................... ii
BAB I   PENDAHULUAN........................................................................................................ 1
A.      Latar Belakang........................................................................................................ 1
B.       Rumusan Masalah................................................................................................... 1
C.       Tujuan Masalah....................................................................................................... 1
BAB II. PEMBAHASAN........................................................................................................... 2
A.      Definisi Bahasa....................................................................................................... 2
B.       Hakekat Bahasa...................................................................................................... 2
1.        Bahasa itu adalah Sebuah Sistem.................................................................... 2
2.        Bahasa itu Berwujud Lambang....................................................................... 3
3.        Bahasa itu Berupa Bunyi................................................................................. 4
4.        Bahasa itu Bersifat Arbitrer............................................................................. 4
5.        Bahasa itu Bermakna....................................................................................... 4
6.        Bahasa itu bersifat Konsevional...................................................................... 5
7.        Bahasa itu bersifat unik................................................................................... 5
8.        Bahasa itu bersifat Universal........................................................................... 5
9.        Bahasa itu bersifat Produktif........................................................................... 5
10.    Bahasa itu Bervariasi....................................................................................... 6
11.    Bahasa itu bersifat Dinamis............................................................................. 6
12.    Bahasa itu Manusiawi...................................................................................... 6
BAB III............................................................................................................................... PENUTUP        7
A.      Kesimpulan............................................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................. 8









BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Istilah bahasa bukanlah suatu yang asing lagi bagi kita. Bahasa merupakan salah satu identitas nasional. Bahasa Indonesia dahulu dikenal dengan bahasa melayu yang merupakan bahasa penghubung antar etnis yang mendiami kepulauan nusantara. Setelah kemerdekaan, bahasa Indonesia diresmikan sebagai bahasa nasional. Kemudian bahasa Indonesia terus mengalami perkembangan dan penyempurnaan hingga saat ini.
Bahasa selalu kita dengar, baca, atau bahkan masyarakat mengatakan bahwa bahasa merupakan alat komunikasi secara lisan maupun tulisan. Tidak hanya itu, setiap saat dalam kehidupan sehari-hari kita selalu menggunakan bahasa, baik bahasa Indonesia atau bahasa daerah. Begitu seringnya kita menggunakan bahasa sampai melupakan hakekat dari bahasa itu sendiri.

B.     Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas rumusan masalah dari makalah ini adalah:
1.                  Apa itu bahasa?
2.                  Apa hakekat bahasa?

C.    Tujuan Masalah
Sesuai dengan rumusan masalah di atas tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:
1.                  Untuk mengetahui definisi bahasa
2.                  Untuk mengetahui hakekat bahasa










BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi Bahasa
Bahasa merupakan suatu ungkapan yang mengandung maksud untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Sesuatu yang dimaksud oleh pembicara bisa dipahami dan dimengerti oleh pendengar atau lawan bicara melalui bahasa yang diungkapkan. Definisi lain dari bahasa yaitu sebagai sistem lambing bunyi arbitrer yang digunakan oleh suatu masyarakat social untuk saling berkomunikasi, bekerja sama, dan mengidentifikasi diri.
                                                                                   
B.     Hakekat Bahasa
Bahasa adalah sebuah sistem simbol lisan yang arbitrer dipakai oleh anggota suatu masyarakat bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama. Di dalam linguistik terdapat rumusan mengenai hakikat bahasa. Rumusan-rumusan itu dapat dijadikan poin-poin yang akan menghasilkan sejumlah ciri yang merupakan hakekat bahasa. Ciri-ciri yang merupakan hakikat bahasa antara lain:
1.      Bahasa itu adalah Sebuah Sistem
Sistem berarti susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi, sistem terbentuk oleh sejumlah unsur yang satu dan yang lain berhubungan secara fungsional. Bahasa terdiri dari unsur-unsur yang secra teratur tersusun menurut pola tertentu dam membentuk satu kesatuan. Sebagai sebuah sistem, bahasa, itu bersifat sistematis dan sistemis. Sistematis artinya bahasa itu tersusun menurut suatu pola, tidak tersusun secara acak. Sistemis artinya bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal, tetapi terdiri sub-sub sistem atau sistem bawahan (dikenal dengan nama tataran linguistik). Tataran linguistik terdiri dari tataran fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan leksikon.
2.      Bahasa itu Berwujud Lambang
Lambang dengan berbagai seluk beluknya dikaji orang dalam bidang kajian ilmu semiotik, yaitu ilmu yang mempelajari tanda-tanda yang ada dalam kehidupan manusia. Dalam semiotik dibedakan adanya beberapa tanda yaitu: tanda (sign), lambang (simbol), gejala (sympton), gerak isyarat (gesture), kode, indeks, dan ikon.
Lambang bersifat arbiter, artinya tidak ada hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dengan yang dilambangkannya.

Jenis tanda
Keterangan
Contoh
Tanda (sign)
Sesuatu yang dapat mewakili ide, pikiran, perasaan, benda, dan tindakan secara langsung dan ilmiah
Ada asap tandanya ada api
Lambang (simbol)
Menandai sesuatu secara tidak langsung, secara konvensional
Bendera kuning tandanya ada orang
Sinyal (signal)
Tanda yang disengaja dibuat oleh pemberi sinyal agar si peneriman sinyal melakukan sesuatu
Lampu lalu lintas menyala merah, semua pengendara berhenti
Gejala (sympton)
Tanda yang tidak disengaja tetapi alamiah untuk menunjukkan sesuatu akan terjadi
Badan demam tinggi merupakan gejala penyakit tipus
Gerak isyarat (gesture)
Tanda yang digunakan dengan menggunakan anggota badan.
Anggukan kepala tandanya setuju
Kode
Suatu tanda yang disepakati bersama untuk maksud tertentu
Kode rahasia petugas keamanan
Indeks
Tanda yang menunjukkan suatu yang lain.
Suatu gemuruh air tandanya ada air terjun
Ikon
Tanda yang paling mirip dengan sesuatu yang diwakilinya.
Patung pahlawan merupakan ikon pahlawan itu sendiri

3.      Bahasa itu Berupa Bunyi
Bunyi bahasa adalah bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Tetapi tidak semua bunyi yang di hasilkan oleh alat ucap manusia termasuk bunyi bahasa.

4.      Bahasa itu Bersifat Arbitrer
Kata arbitrer bisa diartikan ‘’sewenang-wenang, berubah, tidak tetap, manasuka’’. Yang dimaksud dengan istilah arbitrer itu adalah tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa (yang terwujud bunyi itu) dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut . Kenyataannya, kita tidak bisa menebak makna sebuah kata dari bahasa apapun (termasuk bahasa sendiri) yang belum pernah kita dengar, karena bunyi kata tersebut tidak memberi “saran” atau “petunjuk” apapun untuk mengetahui maknanya.

5.      Bahasa itu Bermakna
Salah satu sifat hakiki dari bahasa adalah bahasa itu berwujud lambang. Sebagai lambang, bahasa melambangkan suatu pengertian, suatu konsep, suatu ide atau suatu pikiran yang ingin disampaikan dalam wujud bunyi itu. Maka, dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna. Karena bahasa itu bermakna, maka segala ucapan yang tidak mempunyai makna dapat disebut bukan bahasa.
                        [kuda], [makan], [rumah], [adil], [tenang]      bermakna           bahasa
                        [dsljk], [ahgysh], [kjki], [ybewl]       tidak bermakna        bukan bahasa         

6.      Bahasa itu bersifat Konvensional
Meskipun hubungan antara lambang bunyi dengan yang dilambangkannya bersifat arbitrer, tetapi penggunaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu bersifat konvensional. Artinya semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya. Misalnya, binatang berkaki empat yang biasa dikendarai dilambangkan dengan bunyi [kuda], maka anggota masyarakat bahasa indonesia harus mematuhinya kalau tidak dipatuhinya dan digantikan dengan lambang lain, maka komunikasi akan terhambat.

7.      Bahasa itu Bersifat Unik
Bahasa dikatakan bersifat unik, artinya setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki bahasa lainnya. Ciri khas ini bisa menyangkut sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat, sistem lainnya.



8.      Bahasa itu Bersifat Universal
Selain bersifat unik, bahasa juga bersifat universal. Artinya, ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada didunia ini. Misalnya, ciri universal bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vokal dan konsonan.

9.      Bahasa itu Bersifat Produktif
           Bahasa bersifat produktif artinya meskipun unsur-unsur bahasa itu terbatas, tetapi dengan unsur-unsur yang jumlahnya terbatas itu dapat dibuat satuan-satuan bahasa yang tidak terbatas, meski secara relatif, sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa itu. Misalnya, kita ambil fonem dalam bahasa indonesia, /a/, /i/, /k/, dan /t/. Dari empat fonem tersebut dapat kita hasilkan satuan-satuan bahasa:
       /i/-/k/-/a/-/t/           
       /k/-/i/-/t/-/a/
       /k/-/i/-/a/-/t/
       /k/-/a/-/i/-/t/

10.  Bahasa itu Bervariasi
           Anggota masyarakat suatu bahasa biasanya terdiri dari berbagai orang dengan berbagai status sosial dan latar belakang budaya yang tidak sama. Karena perbedaan tersebut, maka bahasa yang digunakan menjadi variasi. Ada tiga istilah dalam variasi bahasa yaitu:
       Idiolek: ragam bahasa yang bersifat perorangan
       Dialeg: variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok  anggota masyarakat pada suatu tempat atau suatu waktu
       Ragam: variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tertentu. Misalnya ragam baku dan ragam tidak baku.

11.  Bahasa itu Bersifat Dinamis
Bahasa tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaan manusia itu sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat. Karena keterkaitan dan keterkaitan bahasa itu dengan manusia, sedangkan dalam kehidupannya dalam masyarakat kegiatan manusia itu selalu berubah maka bahasa menjadi ikut berubah, menjadi tidak tetap, menjadi dinamis. Perubahan itu dapat berupa pemunculan kata atau istilah baru peralihan makna sebuah kata, dan perubahan-perubahan lainnya.

12.  Bahasa itu Manusiawi
Alat komunikasi manusia berbeda dengan binatang. Alat komunikasi  binatang bersifat tetap, statis. Sedangkan alat komunikasi manusia, yaitu bahasa bersifat produktif dan dinamis maka, bahasa bersifat manusiawi, dalam arti bahasa itu hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia. Bahasa bagi manusia merupakan alat untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya kepada orang lain atau lawan bicara. Pikiran tersebut muncul karena adanya adaptasi atau reaksi.






















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Bahasa merupakan suatu ungkapan yang mengandung maksud untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Sesuatu yang dimaksud oleh pembicara bisa dipahami dan dimengerti oleh pendengar atau lawan bicara melalui bahasa yang diungkapkan.
Di dalam linguistik terdapat rumusan mengenai hakikat bahasa. Rumusan-rumusan itu dapat dijadikan poin-poin yang akan menghasilkan sejumlah ciri yang merupakan hakekat bahasa. Ciri-ciri yang merupakan hakekat bahasa terdiri dari ? sebuah sistem, bahasa itu beruwujud lambang, bahasa itu berupa bunyi, bahasa itu bersifat arbitrer, bahasa itu bermakna, bahasa itu bersifat konvensional, bahasa itu bersifat unik, bahasa itu bersifat universal, bahasa itu bersifat produktif, bahasa itu bervariasi, bahasa itu bersifat dinamis, bahasa itu manusiawi.
                                


























DAFTAR PUSTAKA


Chaer, Abdul. 2007. “Linguistik Umum”. Jakarta: Rineka Cipta.
Santoso, Sukrisno. 2009. “Resume Buku Linguistik Umum Karya Abdul Chaer”. Resume (Online) diakses pada 10 Februari 2017 di http://sastra33.blogspot.com/2011/06/linguistik-umum-22.html
Suhardi.2013.”Pengantar Linguistik  Umum”.Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.


Tidak ada komentar: