FUNGSI DAN RAGAM BAHASA
A.
Definisi
Bahasa
Bahasa adalah suatu sistem lambang berupa
bunyi, bersifat arbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat tutur untuk
bekerjasama, berkomunikasi, dan mengindentifikasi diri (Chaer, 2004:1).Hal ini
memberi gambaran bahwa bahasa adalah berupa bunyi yang digunakan oleh
rnasyarakat untuk berkornunikasi.Keraf (1991:1) mengatakan bahwa bahasa
mencakup dua bidang, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap berupa arus
bunyi, yang mempunyai makna. Menerangkan bahwa bahasa sebagai alat komunikasi
antara anggota masyarakat terdiri atas dua bagian utama yaitu bentuk (arus
ujaran) dan makna (isi).Sedangkan menurut Sibarani (2004:37) Bahasa adalah
bahasa sebagai sistem tanda atau sistem lambang, sebagai alat komunikasi, dan
digunakan oleh kelompok manusia atau masyarakat.Dalam kamus umum, dalam hal ini
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1990: 66) bahasa diartikan sebagai
sistem lambang bunyi berartikulasi yang bersifat sewenang-wenang
dan konvensional yang dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan
perasaan dan pikiran.
Kamus Webster mendefinisikan bahasa
sebagai A systematic means of communication ideas or feeling by
the use of communication sign, sounds, gestures, or mark having understood
meanings. Dari dua makna umum tentang bahasa di atas, ada persamaan
yang jelas. Persamaan itu adalah bahwa bahasa ditempatkan sebagai alat
komunikasi antar manusia untuk mengungkapkan pikiran atau perasaan dengan
menggunakan simbol-simbol komunikasi baik yang berupa suara, gestur (sikap
badan), atau tanda-tanda berupa tulisan.Sebagai sebuah istilah dalam
linguistic. Secara formal, bahasa diartikan sebagai semua kalimat yang
terbayangkan, yang dibuat menurut tatabahasa.Sedangkan secara fungsional,
bahasa diartikan sebagai alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan
gagasan. Definisi yang diajukan Rakhmat ini tampak mencoba
merangkum pengertian umum dengan pendapat linguis.
Istilah sisi formal yang dikemukakan
Rakhmat mirip dengan istilah sistem, sedangkan sisi fungsional sejalan
dengan bahasa sebagai alat komunikasi. Pemahaman bahwa bahasa sebagai alat
komunikasi, juga didukung oleh seorang sosiolinguis bernama Ronald
Wardhaugh. Ia menyatakan bahwa bahasa adalah A System of aribtrary
vocal symbols used for human communicationPenggambaran yang lebih luas
tentang bahasa pernah disampaikan oleh bapak linguistik modern, Ferdinan de
Saussure. Ia menjelaskan bahasa dengan menggunakan tiga istilah
yaitu langage, Langue, dan parole. Ketiga
istilah dari bahasa Prancis itu dalam bahasa Indonesia dipadankan dengan satu
istilah saja yaitu ‘bahasa’. Langage adalah sistem
lambang bunyi yang digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara
verbal. Langage ini bersifat abstrak.
Istilah langue mengacu pada
sistem lambang bunyi tertentu yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat
tertentu. Sedangkan parole adalah bentuk konkret langue yang
digunakan dalam bentuk ujaran atau tuturan oleh anggota masyarakat dengan
sesamanya (Chaer, 1995:39-40; Chambers, 95:25; Verhaar,81:1).Dari sudut
pandang psikologi, karena bahasa itu sebuah sistem simbol terstruktur, maka
bahasa bisa dipakai sebagai alat berpikir, merenung, bahkan untuk memahami
segala sesuatu. Dengan melihat deretan definisi tentang bahasa di atas, dapat
disimpulkan bahwa cukup banyak dan bervariasi definisi tentang bahasa yang bisa
kita temui. Variasi itu wajar terjadi karena sudut pandang keilmuan
mereka yang juga berbeda. Meskipun demikian, variasi tersebut terletak
pada penekanannya saja, akan tetapi hakikatnya sama. Ada yang menekankan
bahasa pada fungsi komunikasi, ada yang mengutamakan bahasa sebagai
sistem, ada pula yang memposisikan bahasa sebagai alat. Indonesia adalah
Negara yang wilayahnya sangat luas dengan penduduk yang terdiri dari berbagai
suku bangsa, maka pengunaan bahasa Indonesia juga beragam.
B.
Fungsi
Bahasa
Bahasa indonsia berfungsi sebagai
lambang kebanggaan kebangsaan, lambing identitas nasional, alat perhubungan
antar warga,antar daerah, dan antar budaya. Dan alat yang memungkinkan
penyatuan berbagai-bagai suku dan bangsa dengan latar belakang social budaya
dan bahasanya masing-masing kedalam kesatuan kebangsaan Indonesia.
1. Lambang
kebanggaan kebangsaan.
Bahasa
Indonesia mencerminkan nilai-nilai social budaya yang mendasari rasa kebangsaan
kita.
2. Lambing
Identitas Nasional
Bahasa
Indoensia kita dijunjung samping bendera dan lambing Negara kita. Ddalam
lambing fungsi ini, bahasa Indonesia haruslah memiliki identitasnya sendiri
sesehingga ia searsi denngan lambing kebanggaan kita yang lain.
3. Alat
perhubungan antar warga,Antar dareah, dan Antar suku Bangsa.
Berkat
adanya bahasa nasional, kita dapat berhubungan
satu dengan yang lainnya sedemikian rupa sehingga kesalahpahaman akibat
perbedaan latar belakang social buadaya dan bahasa tidak perlu khawatirkan.
4. Alat
memungkinkan terlaksanakan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa yang memiliki
lata belkaang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda kedalam satu kesatuan
bangsa yang bulat.
A. Fungsi
bahasa Indonesia secara khusus
1. Sebagai
bahasa kebangsaan (Nasional) ,suatu bahasa itu berfungsi sebagai berikut :
a. lambang kebanggaan nasional yang
mencerminkan nilai social budaya masyarakatnya
b. lambang
jati diri nasional yang mengekang kemasukan unsur asing kecuali yang dianggap
perlu berasaskan tatacara tertentu.
c. alat
pemersatu masyarakat yang berbeda latar budaya dengan berbagai kepentingan.
d.
alat perhubungan antara daerah dan antara
budaya yang saling merentasi.
2.
Sebagai Bahasa Negara:
Bahasa Negara adalah bahasa yang digunakan dalam
administrasi Negara baik secara lisan maupun tulisan. Posisi bahasa Negara ini
dapat dilihat
pemakaiannya dalam pemerintahan secara resmi.
Penulisan surat kelakuan
baik, pembuatan kartu tanda penduduk (KTP)
adalah bukti tertulis bahasa
Negara dalam pidato resmi Presiden RI di
hadapan Sidang DPR/MPR dan
pidato kenegaraan lainnya adalah contoh bukti
bahasa Negara secara
lisan. Dalam aktifitas
kenegaraan, bahasa Negara mempunyai empat fungsi,
yaitu:
a. Bahasa
resmi kenegaraan
b. Bahasa
pengantar resmi di sekolah dan universitas
c. Bahas
resmi tingkat nasional dalam kepentingan perencanaan dan pelaksanaan
pembangunan Indonesia
d. Bahasa
resmi kebudayaan dalam pengembangan kebudayaan, ilmu, teknologi dan komunikasi di Indonesia.
Bahasa
resmi Negara ini dikukuhkan dalam UUD 1945, pasal 36 bab XV
sehingga telah memainkan perannya dalam
kehidupan bernegara.
Fungsi ini terdapat dalam Dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa
Nasional”
yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975
dikemukakan
bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara.
B. Fungsi bahasa dalam masyarakat:
a. Alat untuk berkomunikasi
dengan sesama manusia.
b. Alat untuk bekerja sama
dengan sesama manusia.
c. Alat mengidentifikasi
diri.
C.
Ragam Bahasa
Bahasa
mengalami perubahan seiring dengan perubahan masyarakat. Perubahan itu berupa
variasi-variasi bahasa yang dipakai sesuai keperluannya. Agar banyaknya variasi
tidak mengurangi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang efisien, dalam
bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang cocok untuk
keperluan tertentu yang disebut ragam standar (Subarianto, 2000).
Bahasa
Indonesia memang banyak ragamnya. Hal Ini karena bahasa Indonesia sangat luas
pemakaiannya dan bermacam-macam ragam penuturnya. Oleh karena itu, penutur
harus mampu memilih ragam bahasa yang sesuai dengan dengan keperluannya, apapun
latar belakangnya.
Ragam bahasa adalah variasi bahasa
yang pemakaiannya berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan
pembicara, lawan bicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut media
pembicaraan.
1.
Macam-macam ragam bahasa :
a.
Ragam baku
adalah ragam bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik.
Ragam ini biasa dipakai dalam kalangan terdidik, karya ilmiah, suasana resmi,
atau surat resmi.
b.
Ragam cakapan (ragam akrab) adalah
ragam bahasa yang dipakai apabila pembicara menganggap kawan bicara sebagai
sesama, lebih muda, lebih rendah statusnya atau apabila topik pembicara
bersifat tidak resmi.
c.
Ragam hormat
adalah ragam bahasa yang dipakai apabila lawan bicara orang yang dihormati,
misalnya orang tua dan atasan.
d.
Ragam kasar
adalah ragam bahasa yang digunakan dalam pemakaian tidak resmi di kalangan
orang yang saling mengenal
e.
Ragam lisan
adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang
dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Ragam resmi
adalah ragam bahasa yang dipakai dalam suasana resmi.
f.
Ragam tulis
adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan
waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara
visual. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun non
standar. Ragam tulis yang standar kita temui dalam buku-buku pelajaran, teks,
majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis non
standar dalam majalah remaja, iklan, atau poster.
g.
Ragam
bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa
jurnalistik, dsb.
h.
Ragam
bahasa perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto,
gaya bahasa Benyamin s, dan lain sebagainya.
i.
Ragam
bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti
dialek bahasa Madura, Medan, Sunda, Bali, Jawa, dan lain sebagainya.
j.
Ragam
bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam
bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
Macam-macam
ragam bahasa yang disebutkan diatas dapat dibedakan lagi menjadi sebagai
berikut :
Berdasarkan pokok
pembicaraan :
a.
Ragam
bahasa undang-undang
b.
Ragam
bahasa jurnalistik
c.
Ragam
bahasa ilmiah
d.
Ragam
bahasa sastra
Berdasarkan
media pembicaraan :
Ragam
lisan yang antara lain meliputi:
a. Ragam bahasa cakapan
b. Ragam bahasa pidato
c. Ragam bahasa kuliah
d. Ragam bahasa panggung
2.Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
a. Adanya lawan bicara
b. Terikat
waktu dan ruang
c. Dapat
dibantu dengan mimik muka/wajah, intonasi, dan gerakan anggota tubuh
d. Unsur-unsur
dramatika biasanya dinyatakan dihilangkan atau tidak lengkap
Ragam tulis yang antara lain
meliputi:
a. Ragam bahasa teknis
b. Ragam bahasa undang-undang
c. Ragam bahasa catatan
d. Ragam bahasa surat
3. Ciri-ciri
ragam bahasa tulis :
a.Tidak mengharuskan
kedatangan/kehadiran pembaca
b.Diperlukan ejaan atau tanda baca Kalimat
ditulis secara lengkap
c.Komunikasi resmi
d. Wacana
teknis
e.Pembicaraan di depan khalayak ramai
f. Pembicaraan
dengan orang yang dihormati
Bahasa
lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat
bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam
pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak
sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.
Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri.
Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri.
Ragam
bahasa menurut hubungan antarpembicara, dibedakan menurut akrab tidaknya
pembicara:
a. Ragam bahasa resmi
b. Ragam bahasa akrab
c. Ragam bahasa agak resmi
d. Ragam bahasa santai, dan sebagainya
Daftar Pustaka
Agus, Ruhyadi. 2009. Diktat Kuliah Bahasa Indonesia. Bekasi
Pusat Pembinaandan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI.2010. Panduan EYD dan tata Bahasa Indonesia. Jakarta. Transmedia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar