Sabtu, 25 Februari 2017

Fungsi dan Ragam Bahasa


FUNGSI DAN RAGAM BAHASA
A.    Definisi Bahasa
          Bahasa adalah suatu sistem lambang berupa bunyi, bersifat arbitrer, digunakan oleh suatu masyarakat tutur untuk bekerjasama, berkomunikasi, dan mengindentifikasi diri (Chaer, 2004:1).Hal ini memberi gambaran bahwa bahasa adalah berupa bunyi yang digunakan oleh rnasyarakat untuk berkornunikasi.Keraf (1991:1) mengatakan bahwa bahasa mencakup dua bidang, yaitu bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap berupa arus bunyi, yang mempunyai makna. Menerangkan bahwa bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat terdiri atas dua bagian utama yaitu bentuk (arus ujaran) dan makna (isi).Sedangkan menurut Sibarani (2004:37) Bahasa adalah bahasa sebagai sistem tanda atau sistem lambang, sebagai alat komunikasi, dan digunakan oleh kelompok manusia atau masyarakat.Dalam kamus umum, dalam hal ini Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1990: 66) bahasa diartikan sebagai  sistem lambang bunyi  berartikulasi  yang bersifat sewenang-wenang dan konvensional  yang dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran.
Kamus Webster mendefinisikan bahasa sebagai A systematic  means of communication ideas or feeling by the use of communication sign, sounds, gestures, or mark having understood meanings. Dari dua makna umum tentang bahasa di atas,  ada persamaan yang jelas. Persamaan itu adalah bahwa bahasa ditempatkan sebagai alat komunikasi  antar manusia untuk mengungkapkan pikiran atau perasaan dengan menggunakan simbol-simbol komunikasi baik yang berupa suara, gestur (sikap badan), atau tanda-tanda berupa tulisan.Sebagai sebuah istilah dalam linguistic. Secara formal, bahasa diartikan sebagai semua kalimat yang terbayangkan, yang dibuat menurut tatabahasa.Sedangkan secara fungsional, bahasa diartikan sebagai alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan.  Definisi yang diajukan Rakhmat ini tampak mencoba  merangkum pengertian umum dengan pendapat linguis. 
Istilah sisi formal yang dikemukakan  Rakhmat mirip dengan istilah sistem, sedangkan sisi fungsional  sejalan dengan bahasa sebagai alat komunikasi. Pemahaman bahwa bahasa sebagai alat komunikasi, juga didukung oleh seorang sosiolinguis  bernama Ronald Wardhaugh. Ia menyatakan bahwa bahasa adalah A System of aribtrary vocal symbols used for human communicationPenggambaran yang lebih luas tentang bahasa pernah disampaikan oleh bapak linguistik modern, Ferdinan de Saussure. Ia  menjelaskan bahasa dengan menggunakan tiga istilah  yaitu langage, Langue, dan parole. Ketiga istilah dari bahasa Prancis itu dalam bahasa Indonesia dipadankan dengan satu istilah saja yaitu ‘bahasa’.  Langage  adalah sistem lambang bunyi yang digunakan untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara verbal. Langage ini bersifat abstrak. 
Istilah langue mengacu pada sistem lambang bunyi tertentu yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat tertentu. Sedangkan parole adalah bentuk konkret langue yang digunakan dalam bentuk ujaran atau tuturan oleh anggota masyarakat dengan sesamanya (Chaer, 1995:39-40;  Chambers, 95:25; Verhaar,81:1).Dari sudut pandang psikologi, karena bahasa itu sebuah sistem simbol terstruktur, maka bahasa bisa dipakai sebagai alat berpikir, merenung, bahkan untuk memahami segala sesuatu. Dengan melihat deretan definisi tentang bahasa di atas, dapat disimpulkan bahwa cukup banyak dan bervariasi definisi tentang bahasa yang bisa kita temui. Variasi itu wajar  terjadi karena sudut pandang keilmuan mereka yang juga berbeda. Meskipun demikian,  variasi tersebut terletak pada penekanannya saja, akan tetapi hakikatnya sama.  Ada yang menekankan bahasa pada fungsi komunikasi, ada yang mengutamakan bahasa sebagai sistem,  ada pula yang memposisikan bahasa sebagai alat. Indonesia adalah Negara yang wilayahnya sangat luas dengan penduduk yang terdiri dari berbagai suku bangsa, maka pengunaan bahasa Indonesia juga beragam.

B.     Fungsi Bahasa
          Bahasa indonsia berfungsi sebagai lambang kebanggaan kebangsaan, lambing identitas nasional, alat perhubungan antar warga,antar daerah, dan antar budaya. Dan alat yang memungkinkan penyatuan berbagai-bagai suku dan bangsa dengan latar belakang social budaya dan bahasanya masing-masing kedalam kesatuan kebangsaan Indonesia.
1.      Lambang kebanggaan kebangsaan.
Bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai social budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita.
2.      Lambing Identitas Nasional
Bahasa Indoensia kita dijunjung samping bendera dan lambing Negara kita. Ddalam lambing fungsi ini, bahasa Indonesia haruslah memiliki identitasnya sendiri sesehingga ia searsi denngan lambing kebanggaan kita yang lain.
3.      Alat perhubungan antar warga,Antar dareah, dan Antar suku Bangsa.
Berkat adanya bahasa nasional, kita dapat berhubungan  satu dengan yang lainnya sedemikian rupa sehingga kesalahpahaman akibat perbedaan latar belakang social buadaya dan bahasa tidak perlu khawatirkan.
4.      Alat memungkinkan terlaksanakan penyatuan berbagai-bagai suku bangsa yang memiliki lata belkaang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda kedalam satu kesatuan bangsa yang bulat.

A.    Fungsi bahasa Indonesia secara khusus
1.      Sebagai bahasa kebangsaan (Nasional) ,suatu bahasa itu berfungsi sebagai berikut :
a.  lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan  nilai social budaya masyarakatnya
b. lambang jati diri nasional yang mengekang kemasukan unsur asing kecuali yang dianggap perlu berasaskan tatacara tertentu.
c. alat pemersatu masyarakat yang berbeda latar budaya dengan berbagai kepentingan.
d.                                                                                    alat perhubungan antara daerah dan antara budaya yang saling merentasi.
2.       Sebagai Bahasa Negara:
          Bahasa Negara adalah bahasa yang digunakan dalam administrasi Negara baik secara lisan maupun tulisan. Posisi bahasa Negara ini dapat dilihat
pemakaiannya dalam pemerintahan secara resmi. Penulisan surat kelakuan
baik, pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) adalah bukti tertulis bahasa
Negara dalam pidato resmi Presiden RI di hadapan Sidang DPR/MPR dan
pidato kenegaraan lainnya adalah contoh bukti bahasa Negara secara
lisan. Dalam aktifitas kenegaraan, bahasa Negara mempunyai empat fungsi,
yaitu:



a.    Bahasa resmi kenegaraan
b.    Bahasa pengantar resmi di sekolah dan universitas
c.    Bahas resmi tingkat nasional dalam kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Indonesia
d.    Bahasa resmi kebudayaan dalam pengembangan kebudayaan, ilmu, teknologi dan komunikasi di Indonesia.
            Bahasa resmi Negara ini dikukuhkan dalam UUD 1945, pasal 36 bab XV
sehingga telah memainkan perannya dalam kehidupan bernegara.
Fungsi ini terdapat dalam Dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa
Nasional” yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975
dikemukakan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara.

B.     Fungsi bahasa dalam masyarakat:
a. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
b. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
c. Alat mengidentifikasi diri.

C. Ragam Bahasa
Bahasa mengalami perubahan seiring dengan perubahan masyarakat. Perubahan itu berupa variasi-variasi bahasa yang dipakai sesuai keperluannya. Agar banyaknya variasi tidak mengurangi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang efisien, dalam bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang cocok untuk keperluan tertentu yang disebut ragam standar (Subarianto, 2000).
Bahasa Indonesia memang banyak ragamnya. Hal Ini karena bahasa Indonesia sangat luas pemakaiannya dan bermacam-macam ragam penuturnya. Oleh karena itu, penutur harus mampu memilih ragam bahasa yang sesuai dengan dengan keperluannya, apapun latar belakangnya.
Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, lawan bicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut media pembicaraan.

1. Macam-macam ragam bahasa :
a.       Ragam baku adalah ragam bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik. Ragam ini biasa dipakai dalam kalangan terdidik, karya ilmiah, suasana resmi, atau surat resmi.
b.      Ragam cakapan (ragam akrab) adalah ragam bahasa yang dipakai apabila pembicara menganggap kawan bicara sebagai sesama, lebih muda, lebih rendah statusnya atau apabila topik pembicara bersifat tidak resmi.
c.       Ragam hormat adalah ragam bahasa yang dipakai apabila lawan bicara orang yang dihormati, misalnya orang tua dan atasan.
d.      Ragam kasar adalah ragam bahasa yang digunakan dalam pemakaian tidak resmi di kalangan orang yang saling mengenal
e.       Ragam lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Ragam resmi adalah ragam bahasa yang dipakai dalam suasana resmi.
f.       Ragam tulis adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun non standar. Ragam tulis yang standar kita temui dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis non standar dalam majalah remaja, iklan, atau poster.
g.      Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
h.      Ragam bahasa perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa Benyamin s, dan lain sebagainya.
i.        Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa Madura, Medan, Sunda, Bali, Jawa, dan lain sebagainya.
j.        Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
       

            Macam-macam ragam bahasa yang disebutkan diatas dapat dibedakan lagi menjadi sebagai berikut :
  Berdasarkan pokok pembicaraan :
a.       Ragam bahasa undang-undang
b.      Ragam bahasa jurnalistik
c.       Ragam bahasa ilmiah
d.      Ragam bahasa sastra

Berdasarkan media pembicaraan :
    Ragam lisan yang antara lain meliputi:
a.       Ragam bahasa cakapan
b.      Ragam bahasa pidato
c.       Ragam bahasa kuliah
d.      Ragam bahasa panggung

2.Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
      a. Adanya lawan bicara
b. Terikat waktu dan ruang
c. Dapat dibantu dengan mimik muka/wajah, intonasi, dan gerakan anggota tubuh
d. Unsur-unsur dramatika biasanya dinyatakan dihilangkan atau tidak lengkap
      Ragam tulis yang antara lain meliputi:
a.       Ragam bahasa teknis
b.      Ragam bahasa undang-undang
c.       Ragam bahasa catatan
d.      Ragam bahasa surat
     
3. Ciri-ciri ragam bahasa tulis :
a.Tidak mengharuskan kedatangan/kehadiran pembaca
b.Diperlukan ejaan atau tanda baca Kalimat ditulis secara lengkap
c.Komunikasi resmi
d. Wacana teknis
e.Pembicaraan di depan khalayak ramai
f. Pembicaraan dengan orang yang dihormati

Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.

            Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri.
Ragam bahasa menurut hubungan antarpembicara, dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara:
a.       Ragam bahasa resmi
b.      Ragam bahasa akrab
c.       Ragam bahasa agak resmi
d.      Ragam bahasa santai, dan sebagainya



Daftar Pustaka
Agus, Ruhyadi. 2009. Diktat Kuliah Bahasa Indonesia. Bekasi
Pusat Pembinaandan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI.2010. Panduan EYD dan tata Bahasa Indonesia. Jakarta. Transmedia.







Tidak ada komentar: