CINTA BAHASA INDONESIA
A.
Mengapa Bahasa Indonesia tidak
mungkin menjadi Bahasa Internasional ?
Badan Bahasa di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
lebih aktif mengampanyekan gerakan cinta bahasa Indonesia. ”Bahasa Indonesia
bukan hanya dipelajari di sekolah, tetapi harus dipakai juga sebagai bahasa
komunikasi sehari-hari.” Bahasa Indonesia mampu menjadi bahasa internasional
karena tidak asing lagi di telinga kita bahwa komunitas internasional,
khususnya di negara-negara tetangga. Peluang bahasa Indonesia dinilai cukup
besar apabila dibandingkan dengan berbagai bahasa di Eropa. Hal itu dikemukakan
Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman, Selasa
(15/11/2011), di Jakarta. Bahasa Indonesia adalah kebanggan bangsa Indonesia,
untuk itu sebagai generasi muda Indonesia penggunaan bahasa Indonesia harus
lebih diminati lagi dengan terus
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesusai kaidah-kaidahnya.
Masuknya serapan asing, singkatan kata atau bahasa gaul ‘mencederai’ makna atau
arti kata yang sebenarnya.
Banggalah dengan bahasa Indonesia, karena dengan begitu
eksistensi bangsa semakin bersinar, sehingga mampu bersaing dan diakui oleh
dunia lain. Tak hanya di Indonesia, bangsa lain pun ternyata berminat untuk
belajar dan mengenal bahasa Indonesia. Australia contohnya, mereka tertarik
dengan bahasa indonesia karena mengagumi budaya indonesia yang begitu indah.
Sebagai warga indonesia seharusnya kita bangga dengan kekayaan leluhur kita,
jadi kemungkinan bahasa indonesia nantinya dijadikan bahasa internasional bisa
saja terwujud. Saya percaya bisa jadi bahasa Indonesia menjadi internasional.
PBB baru menolak bahasa Jerman menjadi bahasa internasional karena hanya
dipakai di Jerman. Beda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di banyak
negara. Dengan semakin dikenalnya bahasa Indonesia, Prof Dr Handayani berharap
kedepannya bahasa Indonesia semakin banyak dipelajari sehingga menjadi salah
satu bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional. “Tidak heran kalau
beberapa tahun ke depan, bahasa Indonesia akan banyak dipelajari dan menjadi
bahasa internasional.”
Untuk memperluas penggunaan bahasa Indonesia, Kepala Badan
Pusat Bahasa Kemdikbud Agus Dharma berencana menambahkan pusat bahasa dan
kebudayaan Indonesia di setiap negara. Sejauh ini, ada 150 pusat bahasa dan
kebudayaan Indonesia di 48 negara. ”Jumlahnya akan bertambah. Kuncinya, orang
akan tertarik pada bahasa Indonesia jika tertarik pada budaya kita’’
Namun nilai-nilai bahasa asing, terutama bahasa Inggris.
Orang lebih suka memakai bahasa Inggris karena dianggap keren, pintar, dan
unggul. Padahal, tidak juga. Penghargaan pada bahasa (Indonesia) harus mulai
dari diri kita sendiri.
Dalam sejarah tertuliskan bahasa
indonesia berasal dari bahasa Melayu Riau, un 1808, ketika Raja Ali Haji lahi
pada tahun 1857, ketika Raja Ali Haji menyelesaikan bukunya yang berjudul Bustanul Katibin, suatu tata bahasa yang
normatif bahasa melayu Riau. Dan tahun 1894, ketika percetakan Mathba’atul
Riauwiyah atau ahmadiyah didirikan. Dalam pencetakan buku tersebut sangat
penting karena melalui buku-buku dan pamflet-pamflet yang telah diterbitkannya,
bahasa melayu tersebar luas diseluruh kepulauan nusantara. Meski bahasa Melayu dulu dan bahasa Indonesia
kini sudah berbeda, tapi kebanggannya tetap sama karena sampai dengan saat ini
bahasa indonesia masih menjadi bahasa yang mulia. Meski berasal dari bahasa Melayu, namun bahasa indonesia punya
karakteristik yang berbeda, baik dari susunan kata maupun pengucapannya.
Malaysia juga terkenal dengan bahasa Melayu-nya, meski aksen dan artinya hampir
mirip, bahasa indonesia lebih enak didengar dan dimengerti karena bahasa
indonesia merupakan bahasa satu-satunya di dunia. Misalnya : berputar
(indonesia), pusing-pusing (Malaysia) yang dalam bahasa indonesia pusing
artinya adalah sakit kepala.
namun juga sebagai negara yang
mulai merangkak naik untuk berperan pada dinamikan internasional. Wajar bila
kemudian muncul wacana bahwa bahasa Indonesia layak untuk menjadi bahasa Internasional. Kepala Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud mengatakan bahwa tujuan
pemerintah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional didukung
oleh fakta bahwa banyak bangsa lain yang berminat mempelajari bahasa
indonesia. Mahsun mengatakan bahwa
semakin tinggi minat warga asing mempelajari Bahasa Indonesia, berarti semakin
banyak yang mengakui identitas bangsa Indonesia itu. ’’Karena bahasa adalah
identitas suatu bangsa’’ katanya. Banyak tantangan yang harus dihahapi untuk
mewujudkan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional salah satunya adalah
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
Namun Mahsun
mengatakan, kita tidak perlu khawatir. Meski sudah ditentukan bahasa Inggris
merupakan bahasa resmi dalam MEA, Bahasa Indonesia tetap memiliki posisi di
lingkungan bahasa dunia. Di dunia ini tidak ada bahasa yang murni. Semua bahasa
menyerap dari bahasa lain. Kita jangan takut untuk menyerap bahas asing ke
bahasa Indonesia. Dalam diplomasi budaya justru Bahasa Indonesia juga bisa
diserap oleh negara lain, jadi bahasa indonesia juga bisa menyumbangkan kosa
kata bahasa didunia. Saat ini Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kemendikbud tengah melakukan upaya untuk menambah kosa kata Bahasa Indonesia
yang diambil dari bahasa daerah. Hal itu dilakukan untuk memperkaya kosa kata
bahasa Indonesia.
Bahasa indonesia berbeda dengan bahasa asing lainnya,
bahasa indonesia merupakan bahasa yang mudah karena bahasa indonesia memiliki
tingkatan kata atau kalimat yang sangat mudah dimengerti. Setiap pengucapan kata atau kalimat untuk
semua situasi, meskipun terjadi kemarin, sekarang ataupun lusa, kata yang
digunakan tetap sama. Prof Dr Handayani mencontohkan di Australia sekitar 500
sekolah telah mengadopsi bahasa Indonesia sebagai program studinya. Inilah
alasan kuat kenapa kemungkinan bahasa Indonesia juga berpeluang menjadi bahasa
internasional. Bahkan ia menambahkan saat ini hampir seluruh perguruan tinggi
di ASEAN turut membuka program studi bahasa Indonesia. Baru-baru ini di salah
satu perguruan tinggi di Filipina juga telah membuka program studi Bahasa
Indonesia, begitu juga di Inggris.
Dalam sejarah bahasa setelah kemerdekaan tercapai, bahasa
Melayu di negara tersebut mulai memerankan fungsinya sebagai bahasa negara,
bahsa resmi, bahasa nasional, dan mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sampai saat ini bahasa Melayu, baik yang
sekarang menjadi bahasa Indonesia di Indonesia, bahasa Melayu, bahasa melayu di
brunei, dan bahasa di singapore, tetap berkembang dan menjalankan fungsinya
sebagai alat komunikasi secara efektif. Bahkan, secara de facto telah berperan
sebagai bahasa komunikasi luas di Asia Tenggara. Yang diperlukan adalah
pengekuan dari internasional ( lewat PBB) bahwa bahasa Melayu merupakan salah
satu bahasa yang layak dipakai sebagai bahasa komunikasi internasional atau
dunia. Apabila harapan ini tercapai, berarti secara de facto jure bahasa Melayu
semakin mantap.
Meskipun demikian, jangan terlalu tinggi berharap bahasa
Indonesia akan menjadi bahasa internasional. Apalagi apabila bahasa Indonesia
tidak dihargai di negeri sendiri seperti saat ini. Tetapi harapan saya semoga bahasa indonesia
ini terus dipakai oleh warga negara indonesia
harus dihormati dan dihargai
serta untuk seluruh negara lain, dan sehingga menjadi bahasa
internasioanal.
Sumber : Arief Rachman dan Prof Dr Handayani, Selasa (15/11/2011), di Jakarta.
Sumber : Arief Rachman dan Prof Dr Handayani, Selasa (15/11/2011), di Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar