Rabu, 22 Februari 2017

Cinta Bahasa Indonesia

CINTA BAHASA INDONESIA


A.   Mengapa Bahasa Indonesia tidak mungkin menjadi Bahasa Internasional ?
Badan Bahasa di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lebih aktif mengampanyekan gerakan cinta bahasa Indonesia. ”Bahasa Indonesia bukan hanya dipelajari di sekolah, tetapi harus dipakai juga sebagai bahasa komunikasi sehari-hari.” Bahasa Indonesia mampu menjadi bahasa internasional karena tidak asing lagi di telinga kita bahwa komunitas internasional, khususnya di negara-negara tetangga. Peluang bahasa Indonesia dinilai cukup besar apabila dibandingkan dengan berbagai bahasa di Eropa. Hal itu dikemukakan Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman, Selasa (15/11/2011), di Jakarta. Bahasa Indonesia adalah kebanggan bangsa Indonesia, untuk itu sebagai generasi muda Indonesia penggunaan bahasa Indonesia harus lebih diminati  lagi dengan terus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesusai kaidah-kaidahnya. Masuknya serapan asing, singkatan kata atau bahasa gaul ‘mencederai’ makna atau arti kata yang sebenarnya.
Banggalah dengan bahasa Indonesia, karena dengan begitu eksistensi bangsa semakin bersinar, sehingga mampu bersaing dan diakui oleh dunia lain. Tak hanya di Indonesia, bangsa lain pun ternyata berminat untuk belajar dan mengenal bahasa Indonesia. Australia contohnya, mereka tertarik dengan bahasa indonesia karena mengagumi budaya indonesia yang begitu indah. Sebagai warga indonesia seharusnya kita bangga dengan kekayaan leluhur kita, jadi kemungkinan bahasa indonesia nantinya dijadikan bahasa internasional bisa saja terwujud. Saya percaya bisa jadi bahasa Indonesia menjadi internasional. PBB baru menolak bahasa Jerman menjadi bahasa internasional karena hanya dipakai di Jerman. Beda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di banyak negara. Dengan semakin dikenalnya bahasa Indonesia, Prof Dr Handayani berharap kedepannya bahasa Indonesia semakin banyak dipelajari sehingga menjadi salah satu bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional. “Tidak heran kalau beberapa tahun ke depan, bahasa Indonesia akan banyak dipelajari dan menjadi bahasa internasional.”
Untuk memperluas penggunaan bahasa Indonesia, Kepala Badan Pusat Bahasa Kemdikbud Agus Dharma berencana menambahkan pusat bahasa dan kebudayaan Indonesia di setiap negara. Sejauh ini, ada 150 pusat bahasa dan kebudayaan Indonesia di 48 negara. ”Jumlahnya akan bertambah. Kuncinya, orang akan tertarik pada bahasa Indonesia jika tertarik pada budaya kita’’
Namun nilai-nilai bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Orang lebih suka memakai bahasa Inggris karena dianggap keren, pintar, dan unggul. Padahal, tidak juga. Penghargaan pada bahasa (Indonesia) harus mulai dari diri kita sendiri.
Dalam sejarah tertuliskan bahasa indonesia berasal dari bahasa Melayu Riau, un 1808, ketika Raja Ali Haji lahi pada tahun 1857, ketika Raja Ali Haji menyelesaikan bukunya yang berjudul  Bustanul Katibin, suatu tata bahasa yang normatif bahasa melayu Riau. Dan tahun 1894, ketika percetakan Mathba’atul Riauwiyah atau ahmadiyah didirikan. Dalam pencetakan buku tersebut sangat penting karena melalui buku-buku dan pamflet-pamflet yang telah diterbitkannya, bahasa melayu tersebar luas diseluruh kepulauan nusantara.  Meski bahasa Melayu dulu dan bahasa Indonesia kini sudah berbeda, tapi kebanggannya tetap sama karena sampai dengan saat ini bahasa indonesia masih menjadi bahasa yang mulia. Meski berasal dari  bahasa Melayu, namun bahasa indonesia punya karakteristik yang berbeda, baik dari susunan kata maupun pengucapannya. Malaysia juga terkenal dengan bahasa Melayu-nya, meski aksen dan artinya hampir mirip, bahasa indonesia lebih enak didengar dan dimengerti karena bahasa indonesia merupakan bahasa satu-satunya di dunia. Misalnya : berputar (indonesia), pusing-pusing (Malaysia) yang dalam bahasa indonesia pusing artinya adalah sakit kepala.
namun juga sebagai negara yang mulai merangkak naik untuk berperan pada dinamikan internasional. Wajar bila kemudian muncul wacana bahwa bahasa Indonesia layak untuk  menjadi bahasa Internasional. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud mengatakan bahwa tujuan pemerintah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional didukung oleh fakta bahwa banyak bangsa lain yang berminat mempelajari bahasa indonesia.  Mahsun mengatakan bahwa semakin tinggi minat warga asing mempelajari Bahasa Indonesia, berarti semakin banyak yang mengakui identitas bangsa Indonesia itu. ’’Karena bahasa adalah identitas suatu bangsa’’ katanya. Banyak tantangan yang harus dihahapi untuk mewujudkan bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional salah satunya adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
 Namun Mahsun mengatakan, kita tidak perlu khawatir. Meski sudah ditentukan bahasa Inggris merupakan bahasa resmi dalam MEA, Bahasa Indonesia tetap memiliki posisi di lingkungan bahasa dunia. Di dunia ini tidak ada bahasa yang murni. Semua bahasa menyerap dari bahasa lain. Kita jangan takut untuk menyerap bahas asing ke bahasa Indonesia. Dalam diplomasi budaya justru Bahasa Indonesia juga bisa diserap oleh negara lain, jadi bahasa indonesia juga bisa menyumbangkan kosa kata bahasa didunia. Saat ini Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud tengah melakukan upaya untuk menambah kosa kata Bahasa Indonesia yang diambil dari bahasa daerah. Hal itu dilakukan untuk memperkaya kosa kata bahasa Indonesia.
Bahasa indonesia berbeda dengan bahasa asing lainnya, bahasa indonesia merupakan bahasa yang mudah karena bahasa indonesia memiliki tingkatan kata atau kalimat yang sangat mudah dimengerti.  Setiap pengucapan kata atau kalimat untuk semua situasi, meskipun terjadi kemarin, sekarang ataupun lusa, kata yang digunakan tetap sama. Prof Dr Handayani mencontohkan di Australia sekitar 500 sekolah telah mengadopsi bahasa Indonesia sebagai program studinya. Inilah alasan kuat kenapa kemungkinan bahasa Indonesia juga berpeluang menjadi bahasa internasional. Bahkan ia menambahkan saat ini hampir seluruh perguruan tinggi di ASEAN turut membuka program studi bahasa Indonesia. Baru-baru ini di salah satu perguruan tinggi di Filipina juga telah membuka program studi Bahasa Indonesia, begitu juga di Inggris.
Dalam sejarah bahasa setelah kemerdekaan tercapai, bahasa Melayu di negara tersebut mulai memerankan fungsinya sebagai bahasa negara, bahsa resmi, bahasa nasional, dan mengalami perkembangan yang cukup pesat. Fenomena ini menunjukkan bahwa sampai saat ini bahasa Melayu, baik yang sekarang menjadi bahasa Indonesia di Indonesia, bahasa Melayu, bahasa melayu di brunei, dan bahasa di singapore, tetap berkembang dan menjalankan fungsinya sebagai alat komunikasi secara efektif. Bahkan, secara de facto telah berperan sebagai bahasa komunikasi luas di Asia Tenggara. Yang diperlukan adalah pengekuan dari internasional ( lewat PBB) bahwa bahasa Melayu merupakan salah satu bahasa yang layak dipakai sebagai bahasa komunikasi internasional atau dunia. Apabila harapan ini tercapai, berarti secara de facto jure bahasa Melayu semakin mantap.
Meskipun demikian, jangan terlalu tinggi berharap bahasa Indonesia akan menjadi bahasa internasional. Apalagi apabila bahasa Indonesia tidak dihargai di negeri sendiri seperti saat ini.  Tetapi harapan saya semoga bahasa indonesia ini terus dipakai oleh warga negara indonesia  harus dihormati dan dihargai  serta untuk seluruh negara lain, dan sehingga menjadi bahasa internasioanal.



Sumber : Arief Rachman dan Prof Dr Handayani, Selasa (15/11/2011), di Jakarta. 


                   




Tidak ada komentar: